Jumat, 16 Agustus 2013

DOA YANG DIJAWAB




DOA YANG DIJAWAB
 



Buku Renungan Harian ( Oleh Dkn. Yohanes Pitoyo )
Rabu, 31 Juli 2013
Matius 7:7-11

P
ernahkah Anda meminta sesuatu di dalam doa tetapi Tuhan tidak mengabulkan dia Anda? Padahal Anda sudah mendoakannya dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan pasti mengabulkannya. Bagaimana seharusnya orang Kristen menanggapi keadaan seperti ini? Berikut ini adalah sebuah kisah menarik yang dialami seorang ibu penjual tempe.
Seperti biasanya ibu ini bangun pagi2 benar dan bersiap2 ke pasar untuk berjualan tempe. Tetapi, betapa kagetnya dia ketika membuka daun pembungkus tempe dan melihat bahwa tepenya masih berbentuk biji2 kedele, alias belum jadi. Ibu yang setiap hari ke gereja dan mendengarkan firman Tuhan ini kemudian berdoa dengan penuh keyakinan, “Tuhan, aku berdoa agar tempe ini jadi.”  Ia pun membuka sedikit daun pembungkus tempe tesebut dan melihat bahwa tempenya tetap seperti biasa. Ibu ini tidak kecewa, sekali lagi ia berdia sambil menekan2 tempe yang belum jadi. Ia membuka matanya dan melihat ternyata tempenya belum jadi juga. Ibu ini begitu percaya kepada kuasa Tuhan dan sekali lagi dia berharap bahwa tempenya akan jadi ketia ia dalam perjalan menuju pasar. Di dalam perjalanan, sambil berdoa ia menaikkan puji2ann kepada Tuhan. Keyakinan bahwa tempenya sudah jadi semakin besar.
Setiba di pasar, ia membuka keranjang yang berisi tempe dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan telah melakukan mujizat ketika ia dalam perjalanan. Ternyata tempenya tetap saja belum jadi. Ibu itu tertunduk lesu, ia tidak jadi mengeluarkan tempenya. Hari sudah semakin siang dan dagangan para pedagang tempe di sekitarnya sudah habis semuanya. Ia kecewa dan berkata di dalam hatinya, “Tuhan, mengapa Engkau tidak mengasihiku. Mata pencaharianku hanya berjualan tempe, hari ini aku tidak bisa mendapatkan uang.”  Ketika sedang termenung, tiba2 ia dikejutkan oleh seorang ibu yang bertanya, “Adakah yang menjual tempe yang belum jadi?” Ibu penjual tempe itu kaget bercampur bergembira. Pembeli itu memborong semua tempe yang belum jadi dan membayarnya. Ternyata anaknya yang di kota lain memesan tempe dari kampong itu dan ia harus mengirimkan tempe yang belum jadi, sehingga tidak busuk ketika tiba ditangan anaknya.
Kita bisa menarik pelajaran dari pengalaman penjual tempe di atas. Tidak jarang kita kecewa ketika Tuhan tidak memenuhi permintaan kita. Kita menganggap bahwa Tuhan tidak adil dan kuasaNya tidak terbukti. Tetapi ada satu yang perlu kita ingat bahwa Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dan di dalam kemahatahuanNya, Ia akan memberikan jawaban yang tepat bagi kita. Untuk itulah kita perlu bersabar dan mempercayai Dia dalam segaa keadaan, bahkan ketia Dia seolah2 menolak permohonan kita. Jika bapak di dunia in I tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak2nya, apalagi Bapa kita di Surga, Ia terlebih lagi mengasihi kita sehingga Ia akan menjawab doa2 kita.

DOA
Bapa, aku percaya akan kasih dan kuasaMu yang sanggup menjawab setiap permohonanku. Ajar aku bersabar atas jawaban doa yang Engkau berikan. Dalam nama Yesus. Amin.

Kata2 bijak
Doa bukan pemaksaan kehendak, tetapi permohonan agar Tuhan melakukan apa yang dipandangNya baik untuk kita.
Mutiara Kata
Kesulitan yang nyata dapat di atasi, tetapi yang ada di imajinasi kita tak dapat ditaklukkan,
Theodore N. Vail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar