Matius 7:7-11
P
|
ernahkah Anda meminta sesuatu
di dalam doa tetapi Tuhan tidak mengabulkan dia Anda? Padahal Anda sudah
mendoakannya dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan pasti mengabulkannya. Bagaimana
seharusnya orang Kristen menanggapi keadaan seperti ini? Berikut ini adalah
sebuah kisah menarik yang dialami seorang ibu penjual tempe.
Seperti
biasanya ibu ini bangun pagi2 benar dan bersiap2 ke pasar untuk berjualan
tempe. Tetapi, betapa kagetnya dia ketika membuka daun pembungkus tempe dan
melihat bahwa tepenya masih berbentuk biji2 kedele, alias belum jadi. Ibu yang
setiap hari ke gereja dan mendengarkan firman Tuhan ini kemudian berdoa dengan
penuh keyakinan, “Tuhan, aku berdoa agar
tempe ini jadi.” Ia pun membuka
sedikit daun pembungkus tempe tesebut dan melihat bahwa tempenya tetap seperti
biasa. Ibu ini tidak kecewa, sekali lagi ia berdia sambil menekan2 tempe yang
belum jadi. Ia membuka matanya dan melihat ternyata tempenya belum jadi juga.
Ibu ini begitu percaya kepada kuasa Tuhan dan sekali lagi dia berharap bahwa tempenya
akan jadi ketia ia dalam perjalan menuju pasar. Di dalam perjalanan, sambil
berdoa ia menaikkan puji2ann kepada Tuhan. Keyakinan bahwa tempenya sudah jadi
semakin besar.
Setiba di
pasar, ia membuka keranjang yang berisi tempe dengan penuh keyakinan bahwa
Tuhan telah melakukan mujizat ketika ia dalam perjalanan. Ternyata tempenya
tetap saja belum jadi. Ibu itu tertunduk lesu, ia tidak jadi mengeluarkan
tempenya. Hari sudah semakin siang dan dagangan para pedagang tempe di
sekitarnya sudah habis semuanya. Ia kecewa dan berkata di dalam hatinya, “Tuhan, mengapa Engkau tidak mengasihiku.
Mata pencaharianku hanya berjualan tempe, hari ini aku tidak bisa mendapatkan
uang.” Ketika sedang termenung,
tiba2 ia dikejutkan oleh seorang ibu yang bertanya, “Adakah yang menjual tempe yang belum jadi?” Ibu penjual tempe itu
kaget bercampur bergembira. Pembeli itu memborong semua tempe yang belum jadi
dan membayarnya. Ternyata anaknya yang di kota lain memesan tempe dari kampong
itu dan ia harus mengirimkan tempe yang belum jadi, sehingga tidak busuk ketika
tiba ditangan anaknya.
Kita bisa
menarik pelajaran dari pengalaman penjual tempe di atas. Tidak jarang kita
kecewa ketika Tuhan tidak memenuhi permintaan kita. Kita menganggap bahwa Tuhan
tidak adil dan kuasaNya tidak terbukti. Tetapi ada satu yang perlu kita ingat
bahwa Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dan di dalam kemahatahuanNya, Ia
akan memberikan jawaban yang tepat bagi kita. Untuk itulah kita perlu bersabar
dan mempercayai Dia dalam segaa keadaan, bahkan ketia Dia seolah2 menolak
permohonan kita. Jika bapak di dunia in I tahu memberikan pemberian yang baik
kepada anak2nya, apalagi Bapa kita di Surga, Ia terlebih lagi mengasihi kita
sehingga Ia akan menjawab doa2 kita.
DOA
Bapa, aku percaya
akan kasih dan kuasaMu yang sanggup menjawab setiap permohonanku. Ajar aku
bersabar atas jawaban doa yang Engkau berikan. Dalam nama Yesus. Amin.
Kata2 bijak
Doa bukan pemaksaan kehendak, tetapi permohonan agar Tuhan
melakukan apa yang dipandangNya baik untuk kita.
Mutiara Kata
Kesulitan yang nyata dapat di atasi, tetapi yang ada di
imajinasi kita tak dapat ditaklukkan,
Theodore N. Vail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar